TPRM
TPRM berdiri pada tahun 2003 dibawah Jambatan kali Jagapura sebelah utara Sta. Kaliwedi Daop 3 Cirebon. Berawal dari Anak-anak iseng yang suka kongkow di Rel Antara Sta. Kaliwedi dan Sta Kertasmaya tercetuslah ide untuk membentuk perkumpulan pecinta alam kereta api PPKA. saat itu anggotanya hanya 5 orang, Egief Del Haris, Pino Tujayanto, Hasanudin El Bana, Ahmad Sahron, dan Nezham Arsalan.
Pertengahan tahun 2006 PPKA berganti kulit menjadi Team Penelusur Rel Mati (TPRM) karena kesemuanya memiliki kesamaan hoby yakni menelusuri rel-rel mati. Jalur Mati yang pertama kali ditelusuri adalah Lintas Cirebon – Kadipaten melewati Palimanan Ciwaringin. TPRM sempat vakum untuk beberapa saat karena kesibukan masing-masing anggota yang terpisah di beda kota.
Jalur telah ditelusuri adalah Sukabumi – Cibeber, Jakarta Kota – Tanjung Priok, Jatibarang Indramayu, Karawang – wadas, serta beberapa jalur yang masih aktif. Jalur-jalur lain masih dalam jadwal Penelusuran berikutnya.
TPRM bertekad untuk Menumbuhkan Kesadaran masyarakat agar lebih peduli dengan kereta api. Tiap 2 bulan sekali, TPRM trek melintasi jalur aktif untuk membersihkan sampah-sampah anorganik serta bersilaturahmi dengan para penjaga pintu perlintasan.
Di TPRM ada budaya yang mungkin tidak ditemukan pada komunitas pecinta kereta api lainnya. yakni membeli double tiket untuk perseorangan. Boleh ekonomi, Bisnis, maupun Eksekutif. Hal ini dimasksudkan untuk memberikan contoh positif kepada masyarakat pengguna kereta api yang dengan seenaknya “Numpang” gratis atau bayar di tempat.
1.
Ari Wibowo | Agustus 17, 2009 pada 4:30 am
aku pengen banget ikutan tapi TPRM kependekan dari apa yah?
2.
railwaytracker | September 27, 2009 pada 3:02 pm
Wah… justru TPRM sekarang sedang Vakum alias dibekukan. Rencananya bulan desember 2009 akan dibubarkan.
Semua Anggota TPRM secara otomatis masuk ke Komunitas Edan Sepur Indonesia
Silahkan Kunjungi Facebook saya untuk Update Info Mblusukkan
3.
Ari Wibowo | Agustus 17, 2009 pada 4:32 am
hehehe…aku ga teliti baca, iya cekarang dah tau
4.
railwaytracker | Oktober 19, 2009 pada 11:21 am
^_^
5.
Masinis | Oktober 16, 2009 pada 4:27 pm
Wah, sayang mas kalau situsnya mau ditutup… saya sangat respek dengan visinya.. dihidupkan saja, semakin banyak media semakin baik… salam sepur
6.
railwaytracker | Oktober 19, 2009 pada 11:20 am
hanya hijrah saja dari TPRM ke Komunitas Edan Sepur Indonesia yang ruang lingkupnya lebih luas…..
7.
Gani hagriawan | Februari 5, 2011 pada 10:45 am
Sy JPJ IV,DItunggu kedatangan nya kmbli d Resort jalan rel 2.12 CIAWI!,salam sepur!.