Menembus Sasaksaat
23/4/2009
Perjalanan ke Sasaksaat merupakan trekking yang gak disangka-sangka (gak nyangka jadi juga akhirnya). Treking ini boleh aja dibilang sebagai Mission Impossible. Tentu saja julukan ini pantas dipakai karena bagaimana mungkin 2 orang manusia biasa berani-beraninya menembus Terowongan Lewat tengah malam. Sasaksaat yang katanya angker dan selalu minta tumbal membuat kami jadi tertarik untuk menelusurinya.
Sepulang kerja, aku langsung kontak lukman untuk mengajaknya Uka-uka. Dia pun tertarik. Dimulai dengan menunggu KA Serayu di Stasiun Bekasi yang lumayan telat, sampai jam 9.43 lewat, KA belum juga masuk peron.

Nyampe Maswati Sekitar Jam 23.35 an terus kita jalan menyusuri Rel saat itu juga. coz takut keburu ujan turun. tapi alhamdulillah langit masih bersahabat.
aduh, kenapa ya … jadi males ngetik ….
oke, nikmati aja gambarnya ….

Istirahat Sebelum tiba di Gardu JPTw arah Maswati. sekalian Mengisi Amunisi n Mempersiapkan Mental untuk Ketemu yang begituan

Briefing sejenak
Mejeng-mejeng sebelum masuk Terowongan Sasaksaat :

Sinyal arah Maswati

Lukman di tiang sinyal (Ketularan Virus Railfans Niyeh…)

Sinyal arah Maswati

Ketemu Gardu JPTw Arah Maswati

Gardu JPTw Arah Maswati

Ketiduran karena kelamaan Nunggu KA 171
Ka 171 datang agak telat. Ia keluar dari liangnya pada Pkl 01.47 WIB Dini hari.

Sesaat Sebelum Nongol dari Liangnya

Makin Keliatan Sorot Lampunya

Ne dia KA 171 dari Sudut Lukman

Penumpang Gerbongnya pada heran …
Persiapan Masuk :

Cek Peralatan

Ready To Go !

Aku Juga

We are ready to go !
Suasana didalam terowongan :

Narsis dikit biar Makhluk halus pada ngiri …. hi… hii… hii…

Selokan air
Sampai di KM 143 Lukman mendengar suara orang-orang yang pada tertawa pada suatu lubang, bentuknya seperti banyak orang sedang berada di sebuah lapangan yang luas. Namun tentu hal ini tidak bisa dicerna dengan akal sehat, bagaimana mungkin pada sebuah lubang berbentuk kotak kecil tapi mampu memuat banyak orang dengan suara yang lumayan nyaring. Tapi hal ini bisa dijelaskan secara sederhana yakni Seolah-olah kita seperti sedang menonton TV ukuran 5 Inch. aku sendiri tidak melihat apa-apa, hanya mendengar suaranya aja. Namun sewaktu Lukman memotret Penampakan tersebut yang tertangkap hanya Gambar kasar saja (dinding Terowongan). Kami tak mampu merekamnya. Aku Salut sama lukman punya nyali gede seperti ini. Dengan santainya ia bilang, Gief ada suara Kenceng banget, loe denger gak ?”
begitu ditelusuri, suara tersebut berasal dari sebuah lubang (semacam lubang rembesan air) Lalu ia ambl gambar lubang tersebut.

Lubang Penampakan di Terowongan Sasaksaat

Ada Penampakan Tak Jauh dari KM 143

Lukman sedang mengecek Hasil Foto Penampakan

akhirnya kami keluar dengan selamat tak kekuarangan sesuatu apapun
Tak Jauh dari sini ada Gardu JPTw yang kedua (arah Sasaksaat). Cahayanya begitu terang karena dilengkapi dengan Lampu Neon. tidak seperti digardu yang pertama, hanya dengan bohlam 5 watt. Namun seperti halnya di Gardu yang pertama, di gardu ini juga tidak dijaga oleh petugas. Keduanya di gembok dari luar. Padahal menurut pengakuan PPKA Stasiun Sasaksaat, seharusnya gardu ini dijaga oleh petugas JPTw secara bergiliran tiap harinya. Biasanya mereka mengecek kondisi jalan di dalam terowongan terutama tingkat ketinggian air. Karena jika hujan turun dengan lebatnya, banyak air yang membawa sampah masuk kedalam terowongan. Yang pada akhirnya akan menggangu perjalanan KA. tapi Mungkin Petugasnya lagi pulang, atau mungkin juga males jaga. toh gak ada yang tau ini (gak bakalan ada orang yang kesini malem-malem)

Gardunya Tidak ada yang jaga

Hayo Berani Gak ?

Lumayan ada Sorot Neon Gardu JPTw yang begitu terang
Sampe di Papan Nama Stasiun Jam 02.31 Dini Hari. Rasanya tak sabar untuk segera tiba di Stasiun Sasaksaat.

Biasalah,,, buat kenang-kenangan

Suasana Stasiun Sasaksaat pada Pkl. 02.35 Dini Hari

Sorot Lampu KA Harina Bandung – Semarang
SASAKSAAT in the morning

tampak di Kejauhan, KA Parahyagan Yang Pertama dari BD

Tampak Dekat

Argo Gede dari BD diselimuti kabut pagi

Sinyal CDMA lumayan ada …
SIANGNYA

Memotret Parahyangan bersilang Argo Gede

Parahyangan VS Argo Gede

Start to BD
Setelah berjalan Menyeberangi cirangrang dan Cikubang, kami mendapat kabar dari CHRIS (ARGO RAUNG) jika ada RF lain lagi hunting di Cilame dan akan segera ke Sasaksaat naik Mandra/Argo Gentong alias KA Lokal Cibatu – Purwakarta. Akhirnya kami membatalkan perjalanan ke Cilame dan Padalarang dankembali ke Sasaksaat begitu Mandra telah lewat Cikubang. Namun Lukman tidak bisa bergabung karena harus balik ke Jakarta. Maklum, dia Guru Bahasa Arab di Sebuah Sekolah Swasta di Bekasi. Ia harus mempersiapkan keperluan buat besok seperti Nyetrika, dll. Namanya juga Jomblo, masak-masak sendiri, nyuci baju sendiri….Cewe-cewe ada yang minat ? he.. he..

“Gue Balik dulu Jips…”

Foto Bareng RF Lain & PPKA

Foto Bareng Terowongan Sasaksaat
lanjutan cerita Ekspedisi ini akan disambung dengan judul yang lain (Cikubang). ditunggu ya… masih Upload dulu nehhhh
oleh : Egief Del Haris – The Railway Trackers
15 Komentar Add your own
Tinggalkan Komentar :
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
m ilhami | Mei 20, 2009 pada 1:42 am
terowongannya cukup untuk orang dan kereta nggak sih?
2.
railwaytracker | Mei 20, 2009 pada 5:44 pm
kalo Normalnya sih gak muat… pasti kesenggol, terutama sama loko. palin-paling kita tiarap di pojok saluran air. tapi tenang aja, tiap 30 langkah terdapat sleko yang muat kira-kira untuk 4-7 orang (dipaksain)
3.
07_desember | Mei 25, 2009 pada 1:37 pm
Koq lokonya g ad logo KAI nya?? Abis PA kah??
4.
railwaytracker | Mei 25, 2009 pada 4:29 pm
Kayae mah …..Pertanyaan yang sama juga dilontarkan sama Sdr Rendra …
5.
denzuko | Mei 29, 2009 pada 10:29 am
Cc20403 emang logo KAinya g ada udah ilang, dan belum PA kynya lg nunggu jadwal.
6.
aditya | Agustus 18, 2009 pada 2:07 am
laporannya menarik kang, saya sempet merinding waktu baca ttng suara2 di lubang air ituh
7.
railwaytracker | September 27, 2009 pada 2:58 pm
ada yang lebih serem…. terakhir saya ke Sasaksaat pas Menjelang Isya beberapa minggu yang lalu. jalan sendirian…. bikin merinding. hiii..hiii
8.
anak terput | Mei 31, 2010 pada 9:11 am
weh guru Q pak luqe cakep ckckckckcck
9.
railwaytracker | Juni 15, 2010 pada 3:23 am
wkwkwkwkwk
10.
anak terput ( DUDUTSZ ) | Mei 31, 2010 pada 9:17 am
pak serem ceritanya kenapa tdi gak di ceritain di sekolah !!!???
anak anak pasti suka ( karena gak semua anak punya internet or kompi ) hehe
Piece
11.
railwaytracker | Juni 15, 2010 pada 3:23 am
ntar pada enggak mau jadi RF kalo diceritain sama anak-anak,,,
12.
Pungky | Juni 16, 2010 pada 9:41 am
Keren gan!!! aziip mau donk bagi pengalaman
13.
wans | Juni 29, 2010 pada 7:34 am
OK mantap….btw jagan2 lu ber2 punya ilmu gaib ya? hehehe….
bro sekali-kali coba trowongan karangkates (Malang)…. dijamin bikin semua bulu dibadan berdiri.
14.
indro | Maret 5, 2012 pada 8:42 am
wah mantepp..jadi pengen ngikut nehhh
15.
Admin | April 11, 2012 pada 11:06 am
mari mampir juga ke :
http://www.facebook.com/groups/edansepur.id/ atau http://www.facebook.com/egief