Jalur Mati

Daop I [255,235 KM] :
1) Mencakup Lintas Rangkasbitung-Labuan (KM 0+000 sampai dengan KM 56+477 );
2) Mencakup Lintas Cilegon-Anyerkidul (KM 10+850 sampai dengan KM 20+900);
3) Mencakup Lintas Saketi-Bayah (KM 0+000 sampai dengan KM 89+350);
4) Mencakup Lintas Karawang-Rengasdengklok (KM 0+000 sampai dengan KM 20+845);
5) Mencakup Lintas Karawang-Wadas (KM 0+000 sampai dengan KM 18+360);
6) Mencakup Lintas Cikampek-Wadas (KM 0+000 sampai dengan KM 15+850);
7) Mencakup Lintas Cikampek-Cilamaya (KM 0+000 sampai dengan KM 27+119);
8.) Mencakup Lintas Cigading-Anyerkidul (KM 3+762 sampai dengan KM 20+649);

Daop II : [200,358 KM]
9) Lintas Cibangkonglor – Dayeuhkolot – Soreang – Ciwidey dari KM.4+564 sampai dengan KM 40+396;
10) Lintas Sepur Simpang Cibangkonglor-Kavaleri;
11) Lintas Dayeuhkolot – Majalaya KM 11 +708 sampai dengan KM 29+222;
12) Lintas Rancaekek – Tanjungsari dari KM 0+000 sampai dengan KM 11+250;
13) Lintas Cibatu – Garut – Cikajang dari KM 0+000 sampai dengan KM 47+214
14) Lintas Banjar – Pangandaran – Cijulang dari KM 0+000 sampai dengan KM 82+160 ;
15) Lintas Tasikmalaya – Indihiang – Pirusa dari KM 0+000 sampai dengan KM 5+400.

Daop III : [69,924 KM]
16) Lintas Cirebon-Kadipaten dari KM 0+000 sampai dengan KM 48+824;
17) Lintas Cirebon–Cirebonpelabuhan dari KM.0+000 s.d. KM 2+300;
18) Lintas Cirebonprujakan-Kegiren dari KM 0+000 s.d. KM 0+750;
19) Lintas Jatibarang-Indramayu dari KM .0+700 sampai dengan KM .18+752.

Daop IV : [519,83 KM]
20) Mencakup Lintas Yogyakarta-Ambarawa, sebagai Batas Wilayah Daerah Operasi 4 Semarang dengan Daerah Operasi 6 Yogyakarta ditetapkan pada KM 70+300 antara Grabagmerbabu-Gemawang Lintas Yogyakarta-Ambarawa (KM 70+300 sampai dengan KM 83+440);
21) Mencakup Lintas Kedungjati-Ambarawa (KM 0+000 sampai dengan KM 36+700);
22) Mencakup Lintas Kaliwungu-Kendal-Kalibodri (KM 0+000 sampai dengan KM 17+600);
23) Mencakup Lintas Semarang-Demak-Kudus-Pati-Juana-Rembang-Lasem-Jatirogo (KM 0+000 sampai dengan KM 155+688);
24) Mencakup Lintas Juana -Tayu (KM 0+000 sampai dengan KM 24+554);
25) Mencakup Lintas Kudus-Mayong-Bakalan (KM.0+000 sampai dengan KM 18+000);
26) Mencakup Lintas Demak-Purwodadi-Wirosari-Kunduran-Ngawen-Blora (KM 0+000 sampai dengan KM 104+200);
27) Mencakup Lintas Rembang -Blora-Cepu (KM 0+000 sampai dengan KM 72+100);
28) Mencakup Lintas Bojonegoro-Jatirogo (KM 0+000 sampai dengan KM 48+918);
29) Mencakup Lintas Wirosari-Kradenan (KM 0+000 sampai dengan KM 11+100);
30) Mencakup Lintas Purwodadi-Ngrombo (KM 0+000 sampai dengan KM 7+733);
31) Mencakup Lintas Kudus-Mayong-Bakalan (KM 0+000 sampai dengan KM 23+700).

Daop V : [96,706 KM]
32) Lintas Purwokertotimur-Wonosobo KM 29+200 sampai dengan KM 119+225;
33) Lintas Banjarsari-Purbalingga KM 0+000 sampai dengan KM 6+681.

Daop VI : [91,74 KM]
34) Mencakup Lintas Yogyakarta-Ambarawa, ( KM 0+000 sampai dengan KM 70+300), sebagai Batas Wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta dengan Daerah Operasi 4 Semarang ditetapkan pada KM 70+300 antara Grabagmerbabu-Gemawang Lintas Yogyakarta-Ambarawa;
35) Mencakup Lintas Yogyakarta-Palbapang (KM 0+000 sampai dengan KM 14+900);
36) Mencakup Lintas Purwosari-Kartosura (KM 5+840 sampai dengan KM 12+319);

Daop VII : [363,959 KM]
37) Lintas Jombang-Pare-Kediri (KM 0+000 sampai dengan KM 49+522);
38) Lintas Jombangkota-Babat (KM 0+000 sampai dengan KM 70+220);
39) Lintas Madiun-Ponorogo-Slahung (KM 0+360 sampai dengan KM 58+345);
40) Lintas Papar-Pare (KM 0+000 sampai dengan KM 15+300);
41) Lintas Pare-Pohsete (KM 0+000 .sampai dengan KM 12+811);
42) Lintas Pare-Konto (KM 0+000 sampai dengan KM 9+895);
43) Lintas Pulorejo-Kandangan (KM 0+000 sampai dengan KM 12+982);
44) Lintas Krian-Ploso (KM 26+536 sampai dengan KM 45+000);
45) Lintas Gurah-Kuwarasan (KM 0+000 sampai dengan KM 9+448);
46) Lintas Pesantren-Wates (KM 4+950 sampai dengan KM 18+582);.
47) Lintas Brenggolo-Jengkol (KM 0+718 sampai dengan KM 10+289);
48) Lintas Tulungagung-Tugu (KM 0+000 sampai dengan KM 48+375);
49) Lintas Ponorogo-Badekan (KM 0+000 sampai dengan KM 48+535).

Daop VIII : [718,209 KM]
50) Lintas Babat-Tuban (KM 0+000 sampai dengan KM 37+948);
51) Lintas Jombang-Babat, antara Nguwok-Babat (KM 70+220 sampai dengan KM 71+431);
52) Lintas Sumari-Gresik (KM 0+000 sampai dengan KM 14+879);
53) Lintas Kandangan-Pasargresik, antara Indro-Pasargresik (KM 9+773 sampai dengan KM 13+665);
54) Wilayah antara Tanjungperak-Jembatan Merah (4,965 KM);
55) Wilayah antara Wonokromo-Jembatan Merah (8,400 KM);
56) Wilayah antara Jl.Raya Gubeng-Jl.Pang.Sudirman (2,000 KM);
57) Wilayah antara Sawahan-Tunjungan (2,800 KM);
58) Wilayah antara Ujung-Krian, dari KM 0+000 sampai dengan KM 37+657 (37+657 KM);
59) Lintas Kamal-Kalianget (di Pulau Madura) dari KM 0+000 sampai dengan KM 177+000;
60) Lintas Kamal-Bangkalan-Tanah Merah (di Pulau Madura) antara-Telang-Bangkalan-Tanah Merah, dari KM 5+700 sampai dengan KM 35+835 (30,135 KM);
61) Lintas Wates-Mojokerto-Ngoro, dari KM 0+000 sampai dengan KM 36+363 (36,363 KM);
62) Lintas Porong-Mojosari-Mojokerto, dari KM 0+000 sampai dengan KM 36.216 (36,216 KM);
63) Lintas Japanan-Bangil, dari KM 1+680 sampai dengan KM 24+765 (23+085 KM);
64) Lintas Bangsal-Pugeran, dari KM 0+000 sampai dengan KM 15+385 (15+385 KM);
65) Lintas Sidoarjo-Tulangan-Tarik, dari KM 25+510 sampai dengan KM 47+657 (22,147 KM);
66) Lintas Krian-Gempolkerep-Ploso, dari KM 0+000 sampai dengan KM 45+542 (45+542 KM);
67) Lintas Malangjagalan-Gondanglegi-Dampit, dari KM 0+000 sampai dengan KM 36+900 (36,900 KM);
68) Lintas Malangjagalan-Singosari, dari KM 0+000 sampai dengan KM 12+100 (12,100 KM);
69) Lintas Blimbing-Tumpang, dari KM 0+000 sampai dengan KM 16+675 (16,675 KM);
70) Lintas Singosari-Malang-Gondanglegi, dari KM,0+000 sampai dengan KM 34+500 (34,500 KM);
71) Lintas Kepanjen-Dampit, dari KM 0+000 sampai dengan KM 31+100 (31,100 KM);
72) Lintas Brongkal-Dinoyo dari KM 0+000 sampai dengan KM 7+300 (7,300 KM).

Daop IX : [177,426 KM]
73) Lintas Jati- Paiton (KM 0+000 sampai dengan KM 36+000);
74) Lintas Klakah-Pasirian (KM 0+000 sampai dengan KM 36+200);
75) Lintas Lumajang-Rambipuji (KM 17+718 sampai dengan KM 76+908);
76) Lintas Balung-Ambulu (KM 0+000 sampai dengan KM 13+801);
77) Lintas Rogojampi-Benculuk (KM 0+000 sampai dengan KM 17+900);
78) Lintas Kabat- Banyuwangilama (KM 76+557 sampai dengan KM 86+200);
79) Lintas Situbondo- Panji (KM 0+000 sampai dengan KM 4+692);

Sumber : Semboyan35.com
Posted By Lukman

7 responses to “Jalur Mati

  1. jalur karangpilang-krian tracenya saja sudah hilang ditimbun perkampungan di ngelom. menurut penduduk kelahiran tahun 42, jalur dari karangpilang tidak ke krian tetapi ke sepanjang hanya mengangkut pasir. sedangkan menurut penduduk asli krian kelahiran tahun 37 dan 40 tidak ada jalur rel trem ke timur hanya ke barat kearah gempolkerep
    jalur mojokerto ngoro juga sudah tidak kelihatan lagi sejak awal tahun 60an

  2. jalur ke arah ploso masih ada bekasnya 1.jembatan kereta diatas kalimas yg menghubungkan perning mjkerto dan balong bendo.2.bekas stasiun msh utuh didsun kagok kec jetis.3.Rel sepanjang 25 meter ditepi jalan raya mlirip kec jetis kab mojokerto

  3. masih ada yang belum nih,kata penduduk sekitar TAU(Tagog apu) ada jalur dari stasiun menuju Tambang Kapur dan KA yg melintas KA Pengangkut Abu dan Batu kapur

  4. Sumbar ;
    Jalur lubuk alung – Padang panjang –>mati suri rel ok, jembatan?
    Jalur Padang Panjang – Bukit tinggi –>rusak total
    Jalur Bukit Tinggi – Payakumbuh –> rusak total
    Jalur Payakumbuh – Suliki –> tidak ada bekas
    Jalur Pariaman – Naras –> dalam perbaikan
    Jalur Naras – Sungailimau –> rusak total
    Jalur Muara Kalbab – Muaro Sijunjung –> rusak total
    Jalur Stasiun Padang – Pulau Ayer -Muaro Padang –> perlu perbaikan

    Note:

    Penutupan jalur ka di Indonesia terjadi pada waktu menhub alm Bpk Rusmin Nurjadin’ thn 70 an – 80 an. Hal ini terjadi karena ada desakan dan kipasan dari investor mobil dan sepeda motor Jepang yang membuat mobil dan motor di indonesia agar pemerintah menutup jalur jalur ka tsb dengan alasan merugi, dan tidak efektif.

    Padahal sebenarnya mereka ingin merubah pola transportasi massal ka ke pola angkutan mobil dan motor untuk memperkuat industri dan memperkaya mereka

    Dan kita salut karena apa yang mereka rencanakan 30 tahun yang lalu, telah terjadi saat ini dimana mobil dan motor jepang ada dimana mana dan menimbulkan kemacetan dan polusi yang lusr biasa –> kita dikadali mereka .

Tinggalkan Komentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s